SHARE

Evan Dimas Pesepak Bola Indonesia yang Memiliki Bakat di Atas Rata-rata

 

Evan Dimas pesepak bola Indonesia yang namanya kian hari makin dikenal oleh para pecinta bola terutama di Indonesia. Prestasi Evan Dimas sudah terlihat sejak ia masih kecil. Kegemarannya akan sepak bola dimulai ketika ia masih duduk di bangku sekolah dasar yaitu saat ia kelas 4 SD. Sejak saat itu ia terus meningkatkan keahlian bermain sepak bolanya sampai akhirnya ia mulai dikenal masyarakat Indonesia sebagai pesepak bola yang memiliki bakat di atas rata-rata. Bahkan Mursyid Effendi yang merupakan mantan kapten Persebaya menganggap Evan Dimas sebagai “Anak Ajaib” setelah melihat bakat Evan yang menakjubkan di lapangan hijau.

Evan Dimas Pesepak Bola Indonesia yang Memiliki Bakat di Atas Rata-rata

Yang membawa Evan Dimas menuju kesuksesan seperti sekarang ini tidak hanya berasal dari bakat saja, namun juga kerja keras yang kerap kali ditampilkan Evan di setiap pertandingan. Perjuangan Evan Dimas menjadi pemain yang diakui para pencari bakat tidaklah mudah. Evan Dimas tidak berasal dari keluarga berada. Ayahnya bekerja sebagai petugas keamanan, sedangkan ibunya hanyalah seorang ibu rumah tangga. Meskipun kehidupan keluarga Evan Dimas pas-pasan, orang tuanya tetap mendukung kegiatan Evan dalam bersepak bola.

Pada umur 10 tahun yaitu tahun 2005, Evan Dimas bergabung dengan SSB Sasana Bakti selama dua tahun. Setelahnya Evan bergabung dengan SSB Mitra Surabaya pada tahun 2007 dimana bakat sepak bolanya digembleng lebih lanjut. Pada tahun 2011, Evan Dimas diberi kesempatan untuk mengikuti program SAD yang merupakan program pengasahan bakat para pesepak bola usia dini selama 4 tahun di Uruguay. Sekarang program ini dikenal sebagai Deportivo Indonesia. Sayangnya, Evan Dimas gagal dalam penyeleksian dikarenakan kendala administrasi.

Seperti kata pepatah jika satu pintu tertutup maka akan ada pintu lain yang terbuka. Begitu juga dengan apa yang dialami Evan Dimas. Ia berhasil dalam seleksi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) III Jatim 2011 yang kemudian berlanjut membela tim sepak bola Jawa Timur pada PON 2012 yang diadakan di Riau. Selanjutnya Evan berhasil lolos dalam Persebaya U-15. Penampilannya di Surabaya membuat Indra Sjafri yang kala itu sedang mencari bibit-bibit pesepak bola berbakat untuk ikut dalam program pembinaan PSSI merasa terpukau. Evan Dimas kemudian dijadikannya kapten tim U-17 Indonesia dalam pertandingan HKFA International Youth Invitation tahun 2012 dan Evan berhasil memimpin timmenjadi juara. Kecemerlangan Evan Dimas dalam memimpin tim U-17 membuat tim sepak bola Indonesia berhasil membawa pulang piala juara pada pertandingan HKFA International Youth di tahun berikutnya.

Evan Dimas pesepak bola Indonesia mulai diperhitungkan di dunia sepak bola internasional ketika ia berhasil membawa Indonesia menjadi juara dalam piala AFF U-19 tahun 2013 yang membuat  Indonesia berkualifikasi mengikuti Piala Asia U-19 pada tahun 2014. Apalagi selama pertandingan AFF ini Evan Dimas berhasil membuat empat gol termasuk hattrick saat melawan juara bertahan Korea Selatan.  Namun sayang, tim U-19 Indonesia kalah dalam 3 pertandingan Piala Asia U-19 sehingga tim Indonesia U-19 tidak bisa melanjutkan ke Piala Dunia U-20 pada tahun 2015.

Evan Dimas mulai direkrut untuk bergabung dengan timnas Indonesia, dan ia memulai debutnya pada pertandingan tidak resmi melawan Timor Leste. Meski sudah menyandang status sebagai pemain timnas, Evan Dimas masih masuk dalam skuat Indonesia U-23. Sebagai pemain U-23, ia bermain sebanyak tiga kali daam ajang kualifikasi Piala AFC U-23 tahun 2016 dimana ia mencetak 1 gol, serta bermain lima kali selama ajang Sea Games 2017 dimana ia mencetak 4 gol.

Pada awal Februari 2016, Evan Dimas mendapat kesempatan untuk mengikuti program pelatihan selama 4 bulan bersama Espanyol B. Program ini dicetuskan oleh La Liga sebagai bagian dari proyek La Liga untuk memberi kesempatan bagi para pesepak bola muda berbakat dari seluruh dunia mendapatkan bimbingan dan binaan dari para pelatih dan pemain kelas dunia. Evan Dimas adalah pemain muda pertama yang mendapatkan undangan program. Sayangnya, Evan Dimas mengalami cidera di tengah-tengah program sehingga ia tidak berhasil memberikan performa terbaiknya dan membuatya harus pulang ke Indonesia pada bulan Juni 2016.

Meskipun begitu tidak bisa disangkal lagi bahwa Evan Dimas pesepak bola Indonesia yang memiliki bakat di atas rata-rata. Saat ini Evan Dimas bergabung di dalam klub Bhayangkara FC. Mari kita nantikan kiprah Evan Dimas di lapangan hijau selanjutnya.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here