SHARE

Buffon Hidup Mati untuk Si Nyonya Tua Juventus

Buffon Hidup Mati untuk Si Nyonya Tua Juventus

Buffon dan Juventus memiliki sejarah yang cukup panjang. Bahkan Buffon sudah seperti ikon klub ternama Serie A ini. Buffon setia membela Juventus dalam kondisi apapun. Ia tetap bertahan di klub ini ketika Juventus dicopot gelarnya dan diturunkan kelasnya menjadi Series B akibat tersangkut skandal sepak bola Italia pada tahun 2006. Meskipun begitu, Buffon tetap berkontribusi terhadap kesuksesan Juventus menjadi juara Series B dan dipromosikan kembali ke Series A pada tahun 2007.

Juventus tidak selamanya menjadi juara Series karena Juventus pernah mengalami kondisi dimana klub ini tidak juara apapun selama beberapa musim. Buffon memainkan peranan penting dalam kebangkitan Juventus sehingga klub ini berhasil meraih gelar juara liga Series A selama enam tahun bertahun-tahun dari tahun 2011-2017. Bersama Juventus, Buffon telah meraih delapan juara liga Series A, tiga juara Coppa Italia, dan lima juara Supercoppa Italiana.

Awal mula bergabung

Buffon bergabung dengan Juventus pada tahun 2001 melalui transfer dari Parma, klubnya sebelumnya. Biaya transfer Buffon saat itu sebesar 52 juta Euro dan menjadi biaya transfer paling mahal yang pernah dikeluarkan Juventus selama bertahun-tahun sebelum akhirnya rekor ini dipecahkan oleh akuisisi Gonzalo Higuain pada tahun 2016.

Baca Juga : MAFIA PENGATUR SKOR SERIE A ITALIA

Debut pertama Buffon bersama Juventus adalah pada pertandingan pembuka Serie A musim 2001-2002 melawan Venezia. Di pertandingan pertamanya ini, Buffon berhasil menjaga gawang Juventus dari kebobolan dengan skor akhir 4-0 untuk kemenangan Juventus. Selama musim pertamanya di Serie A, Buffon tampil pada 45 pertandingan resmi dan berhasil membawa timnya menjadi juara liga. Ia hanya kebobolan 22 gol dalam 34 pertandingan di musim pertamanya tersebut. Di awal season 2002-2003, Juventus meraih juara Supercoppa Italiana 2002 atas Parma yang kebetulan mengalahkan Juventus pada ajang Coppa Italia di tahun sebelumnya.

Berkat prestasinya menjaga gawang Juventus, Buffon berkali-kali dinominasikan dan memenangkan penghargaan sebagai kiper terbaik seperti UEFA Team of The Year, IFFHS World’s Best Goalkeeper, Ballon d’Or, FIFA World Player of the Year Award, dan masih banyak lagi lainnya.

Skandal

Pada tahun 2006, pria bernama asli Gianluigi Buffon ini tersandung skandal perjudian. Ia bersama beberapa pesepak bola lainnya diduga melakukan taruhan illegal terhadap pertandingan Serie A. Ia mengaku bahwa ia memang melakukan taruhan illegal pada pertandingan olah raga namun bukan pertandingan sepak bola.

Di tahun 2006 juga Juventus dirundung masalah terkait skandal Calciopoli yang mengakibatkan dua gelar juara Serie A terakhir dicabut dan Juventus diturunkan divisinya ke Serie B. Saat itu banyak rumor yang mengatakan bahwa nama Buffon ditempatkan pada pasar transfer, namun Buffon bersikeras untuk tetap berada di Juventus meskipun posisi Juventus berada di divisi yang lebih rendah. Hal inilah yang membuat nama Buffon dan Juventus menjadi kesatuan, dan popularitas Buffon di mata fans Juventus pun semakin meningkat.

Kebangkitan Juventus

Juventus dipromosikan kembali ke Serie A pada tahun 2007, namun kondisi Juventus tidak seperti semula. Klub ini berkali-kali mengalami kegagalan dan tidak mendapatkan satu piala pun selama beberapa tahun. Hingga pada tahun 2011 Juventus mulai bangkit dari keterpurukannya tangan dingin manajer Juventus yang baru yang juga mantan pemain gelandang Juventus yaitu Antonio Conte.

Juventus akhirnya memenangkan scudetto pertama mereka setelah skandal Calciopoli dan memenangkan Coppa Italia pada musim 2011-2012. Pada tahun 2012 Buffon menjadi kapten Juventus setelah Alessandro Del Piero pensiun. Kejuaraan yang pertama kali ia menangkan sebagai kapten Juventus adalah Supercoppa Italiana 2012 atas Napoli.

Pada tahun 2017, Buffon berhasil memimpin timnya menjadi juara Serie A selama 6 kali berturut-turut dan juga juara Coppa Italia selama tiga kali berturut-turut. Berkat pencapaiannya yang terkini ini, Buffon menempatkan diri dalam jajaran pesepak bola Italia dengan jumlah kemenangan tertinggi di liga Italia.

Buffon memecahkan rekor menjadi kiper dengan jumlah menit tertinggi untuk tidak kebobolan gol. Ia berhasil memecahkan rekor Dino Zoff dengan berhasil mencetak waktu 973 menit berhasil menjad rekor pertandingannya bersih dari gol. Ambisi Buffon saat ini adalah menjadi juara Liga Champion, dan ia berharap agar musim 2017-2018 ini impiannya bakal terwujud sebelum ia pensiun. Kita ikuti saja bagaimana perkembangan Buffon dan Juventus di musim 2017-2018 ini.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here